Archive for Desember, 2009

Seberapa Penting kah Nama Baikmu?

Seberapa Penting kah Nama Baikmu? Sebauah nama baik bisa berarti kehormatan/harga diri dan yang pasti itu penting. Sekarang lagi jamannya orang-orang sensitive dengan kebaikan namanya, jadi sedikit saja namanya terusik maka dalih pencemaran nama baik siap mengisi daftar laporan di kantor polisi. Padahal nama baik itu bisa kita peroleh dengan kelakuan yang benar-benar baik, jadi apapun beritanya tak akan membuat rugi asal kita tetap berlaku baik. Cara yang tidak baik untuk mengembalikan nama baik justru bisa menjadikan nama buruk. Apakah cara mengembalikan nama baik melalui kantor polisi bukanlah langkah yang baik? bukannya tidak baik tetapi mungkin karena sering kali hukuman di Indonesia tak setimpal dengan kesalahan yang diperbuat, misalnya saja yang berkaitan dengan nama baik, karena sepatah dua patah kata seseorang bisa diancam penjara bertahun-tahun. Ketidak seimbangan antara hukuman dan perbuatan inilah sering kali mengundang simpati khalayak sehingga masalah yang tadinya sepele jadi bertele-tele.

Semisal kasus Prita dengan pihak rumah sakit, berawal dari keluhan Prita atas ketidak puasanya dengan pihak rumah sakit. Atas dalih pencemaran nama baik pihak rumah sakit melaporkan ke kepolisian, tapi lihat sekarang! bukannya pemulihan nama baik yang diperoleh oleh pihak rumah sakit namun banyaknya hujatan dari berbagai kalangan yang mereka dapatkan. Dan sekarang mulai heboh juga kasus Luna Maya atas perselisihanya dengan para wartawan infotaiment, seandainya kasus itu menjadi jadi, pastinya tak akan jauh beda dengan kasus Prita. Justru para wartawan (pihak pelapor) yang akan mendapat hujatan dari berbagai pihak.

Bukan hanya dari kalangan artis dan bukan artis saja yang mulai sensitive terhadap nama baiknya, Akhir-akhir ini juga banyak para elit politik yang mengadu ke polisi atas dalih pencemaran nama baik. Kemarin juga secara tidak sengaja aku nyasar ke blog orang dimana salah satu postinganya juga menuliskan bahwa nama keluarganya tercoreng dipeberitaan internet dan sedang diproses polosi.

Bagi yang suka bermain didunia maya, akan lebih baik jika tetap bermain sopan, ingat-ingat pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Merdeka Dalam Dunia Bebasku For Talk Less Write More!

20 Desember 2009 at 2:47 pm 2 komentar

Tahun Baru Islam bulan Muharram VS bulan Suro

Tanggal 18 Desember 2009 merupakan awal Tahun Baru Islam bulan Muharram VS  bulan Suro. Apa pendapatmu mengenai Tahun Baru Islam bulan Muharram VS  bulan Suro? Kalo orang yang dekat kawasan jogja-solo terutama yang dalem-dalem gitu kebanyakan memaknai Tahun Baru Islam bulan Muharram VS  bulan Suro itu sebagai hari-hari yang mistik penuh kehororan contoh  mudahnya ketika bulan suro sudah barang tentu jarang orang-orang desa yang punya hajat, katanya sih gimana gitu.  Banyak juga kegiatan-kegiatan ritual sewaktu bulan suro, semisal mandi’in keris dan benda-benda mistik lainya.  Bulan suro dianggap sebagai bulan yang penuh kesialan , musibah, bencana , bulan keramat dan sacral.

Kalo orang-orang diluar sana yang jauh dari kehidupan keraton pastinya menyambut  Tahun Baru Islam dengan acara-acara keagamaan gitu, mengingat bahwa Indonesia ini memang beraneka budaya tak heran jika antara sana dan sini berbeda.  Dan pastinya anggapan masyarakat jowo mengenai bulan suro  bertentangan dengan anggapan agama Islam mengenai bulan muharram.  Suro VS Muharram berbanding terbalik, kalo aku sendiri menghormati apapun anggapan orang namun dalam kamusku tak ada yang namanya bulan kesialan atau keramat dan lain-lainnya, bagiku setiap waktu yang berlalu adalah anugrah yang pantas disyukuri dan tak seharusnya dianggap sial.  Kalo bicara soal musibah, itu sudah pasti bisa datang terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dulu dan bukan berlaku untuk bulan suro saja.

Kalo aku lihat kalender tiga minggu kedepan pada hari jumat warnanya merah melulu, jumat tanggal 18 Desember 2009 adalah tahun baru islam (1431 H), jumat tanggal 25 Desember 2009 adalah hari raya natal, jumat selanjutnya adalah 1 Januari tahun baru 2010.  Bagi yang doyan berlibur pastinya akan menjadi weekend yang menyenangkan.

Merdeka Dalam Dunia Bebasku For Talk Less Write More!

16 Desember 2009 at 12:23 pm 2 komentar

Ku Kira Itu Yang Ku MAU tapi Ternyata Bukan Itu Yang Ku INGINKAN

Ada yang bilang bahwa “manusia adalah makluk yang paling sempurna”.  Mungkin salah satu diantaranya adalah “paling sempurna dalam berbuat kesalahan”.  (Yang demikian adalah opini berdasarkan fakta tawa). Jika dibandingkan dengan makluk lain jelaslah bahwa manusia pasti lebih sempurna.  Setiap Manusia mempunyai akal sehat kecuali bagi yang tidak beruntung alias tidak waras.  Dengan akal sehatnya manusia dilengkapi dengan segenap kemauan dan keinginan yang selalu ingin dipenuhi demi suatu kepuasan hidup.  Seorang manusia yang sedang lapar  punya nasi namun tak punya lauk, mau beli sayur jauh pasar dan tak dekat dengan warung  lagi pula tak punya uang,  tempat tinggalnya begitu pelosok dipinggiran sungai tapi dengan akalnya ia mengambil sebuah pancing dengan umpannya, tunggu beberapa saat ia sudah mendapatkan bahan dasar lauk yang bergizi yaitu ikan.  Ikan adalah salah satu contoh makluk yang tidak lebih sempurna dari pada manusia, ia lapar tapi karena tidak mempunyai akal jadinya ia makan asal makan tanpa berfikir panjang pancingpun tertelan dan iapun masuk kedalam mulut manusia yang sedang dilanda lapar.

Akan tetapi sesehat-sehatnya akal sehat manusia yang paling sempurna tak selamanya bisa menghasilkan keputusan yang sehat.  Ada kalanya seseorang mendapati suatu kesalahan dari keputusan yang ia ambil.  Hingga hari ini aku bersyukur karena pikirku masih sehat, meski dalam mengambil keputusan sering kali berujung kurang beruntung.  Suatu ketika aku mengambil suatu keputusan yang ku rasa itu adalah keputusan hebat karena didasari rasa suka namun belakangan ku merasa aneh dengan keputusan yang telah ku ambil itu, Ku Kira Itu Yang Ku MAU tapi Ternyata Bukan Itu Yang Ku INGINKAN.   Ternyata eh ternyata landasan suka saja tak cukup, dan ku mulai sadar bahwa tidak semua kesukaan bisa memberi nikmat.  Ternyata eh ternyata ada suka yang menyiksa.  Suka yang membawa siksa bisa terjadi di alam percintaan, pekerjaan, pendidikan, pergaulan dan lain-lainya.  Suka yang menyiksa bisa saja terjadi karena perbedaan prinsip, seandainya kau tetap bertahan karena kau menyukai seseorang/pekerjaan/pendidikan/pergaulan/lainya tapi dalam benakmu kau tau bahwa semua bertentangan dengan prinsip hidupmu, pastinya kau akan merasa tersiksa meski sebenarnya kau menyukainya.

Bagaimana jalan Keluarnya?  Untuk memutuskan jalan keluarnya pastinya harus memanfaatkan akal sehat.  Pikirkan sebaik mungkin untuk hasil yang terbaik.  Dalam hal ini aku pilih jalan untuk keluar dari pada bertahan dan semoga keputusanku tak meleset, selanjutnya kan ku cari kemauan dan keinginanku yang sesungguhnya.  Akan ku coba hal-hal baru dimana aku bisa mendapati sebuah kenikmatan dan kemanfaatan yang lebih baik.  Meski terkadang pikirku mengatakan “percobaan adalah sesuatu yang tak pasti hasilnya namun jelas memakan waktu”.

Merdeka Dalam Dunia Bebasku For Talk Less Write More!

11 Desember 2009 at 11:59 am 2 komentar

Tulisan Lebih Lama


Arsip widha87=wong_anTeng

Kalender widha87=wong_anTeng

Desember 2009
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Postingan Terbaru:

Kategori

Klik ke Situs Lain:

  • Tidak ada

Blog Stats on widha87=wong_anTeng

  • 4,469 hits

Yang Punya Blog:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.